ASKEB PATOLOGI
Jumat, 29 November 2013
ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI
PADA NY “ A.R “DENGAN MASALAH MIOMETRITIS
DI RSUD TENRIAWARU TIPE B WATAM PONE
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2011
No.register : 12 77 57
Tanggal masuk : 28 september 2011 jam 19.00 wita
Tanggal pengkajian : 30 september 2011 jam 22.00 wita
Nama pengkaji : SITTI HALIJAH
LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR
A. BIODATA
IDENTITAS ISTRI / SUAMI
Nama : Ny “ A.R “ / Tn “ I “
Umur : 32 Tahun / 31 Tahun
Nikak / lamanya : 1x / + 3 tahun
Suku : Bugis / Bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMP / SMA
Pekerjaan : IRT / Wiraswasta
Alamat : Cina
B. DATA BIOLOGIS / FISIOLOGIS
a. Keluhan utama
Ibu mengeluh sakit pinggang,sering mengalami perdarahan di luar siklus haid yang banyak dan mengalami keputihan berbau.
C. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya (sebelum hamil anak ke-2). Ibu tidak pernah menderita hipertensi, jantung, DM, PMS dan penyakit menular maupun menurun lainnya.
2. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu tidak sedang menderita penyakit DM, hipertensi, jantung, PMS dan penyakit menular dan menurun lainnya.
3. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga tidak ada yang memiliki penyakit DM, hipertensi, jantung, PMS dan penyakit menular maupun menurun lainnya.
D. RIWAYAT REPRODUKSI
1. Riwayat haid
a. Menarche : 14 tahun
b. Siklus haid : tidak teratur
c. Durasi haid : tidak teratur
d. Dismenarche : tidak ada nyeri saat haid
2. Riwayat obstetri
a. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
Kehamilan UK Jenis penolong tempat penyulit BBL sex hidup/mati
pertama 37 mgg Bidan BPS 2900 gr LK Hidup
kedua 12 mgg dr. obgyn _ _ _ _ _
b. Riwayat KB : Post abortum ibu langsung menggunakan KB IUD dan
sudah menggunakan KB IUD selama kurang lebih 3
bulan.
E. POLA PEMENUHAN SEHARI-HARI
a. Pola Nutrisi
Makan : 2x/hari, porsi sedang, dengan nasi, sayur, tahu, tempe, telur
Minum : 6 gelas/hari, air putih, teh manis
b. Pola Eliminasi
BAK : 4x/hari, warna kuning jernih, konsistensi cair
BAB : 1x/hari, warna kuning kecoklatan, konsistensi lembek
c. Pola Aktivitas
Ibu mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci dan memasak.
d. Pola Hidup Sehat
Ibu tidak mengonsumsi alkohol, rokok, jamu-jamuan dan obat-obat terlarang.
e. Pola Psikososial
hubungan ibu dengan suami harmonis, suami selalu memberikan support kepada istrinya. Hubungan ibu dengan keluarga dan tetangga terjalin baik.
f. Pola spiritual
Ibu merasa aktivitas ibadahnya terganggu karena sering mengalami perdarahan di luar siklus haid.
g. Pemeriksaan fisik
1. Pemeriksaan fisik umum
a. Ibu nampak baik dan sehat
b. Kesadaran ibu composmentis
c. TB / BB : 150 cm / 55 kg
d. TTV : TD : 100 / 70 mmHg ( N : 90/60 – 140/90 mmHg )
N : 82 x/i ( N : 60 – 88 x/i )
S : 36,90 ºC ( N : 36,5 ºC – 37,5 ºC )
P : 22 x/i ( N : 20 – 24 x/i )
e. Kepala dan rambut :
- Inspeksi : keadaan kepala bersih,rambut hitam,tidak
rontok.
- Palpasi : tidak ada benjolan dan nyeri tekan.
f. Wajah / muka
- Inspeksi : ekspresi wajah ibu nampak cemas,tidak ada
cloasma gravidarum.
- Palpasi : tidak ada oedema dan nyeri tekan.
g. Mata
- Inspeksi : konjungtiva pucat,sclera tidak ikterus
h. Hidung
– inspeksi : tidak ada secret,simetris kiri dan
kanan,tidak ada polip.
- Palpasi : tidak ada nyeri tekan.
i. Mulut dan gigi
Inspeksi : bibir lembab,gusi merah muda,gigi tidak
caries
j. Telinga
Inspeksi : simetris kiri dan kanan,tidak ada serumen.
k. Leher
- Inspeksi : tidak ada pembesaran pada kelenjar
tiroid,limfe dan vena jugularis.
l. Payudara
- Inspeksi : simetris kiri dan kanan,putting susu menonjol
- Palpasi : tidak benjolan,dan nyeri tekan.
m. Abdomen
- Inspeksi : tidak ada luka bekas operasi
- Palpasi : tidak ada pembesaran,terdapat nyeri tekan
pada perut bagian bawah.
n. Punggung
Palpasi : terdapat nyeri tekan pada pinggang.
o. Ekstremitas atas
Palpasi : tidak ada oedem
p. Ekstemitas bawah
Palpasi : tidak ada varises, tidak ada oedema, tidak ada
tanda kemerahan.
q. Genetalia
Palpasi : tidak ada varises, terdapat perdarahan
pervaginam merah segar sedikit bau busuk
konsistensi encer, tidak ada pembengkakan
dan nyeri tekan pada kelenjar skene dan
kelenjar bartholini.
r. Anus
Palpasi : tidak hemoroid
2. Pemeriksaan penunjang
HB : 10,5 gr%
LANGKAH II IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL
Diagnosa : NY”A.R” umur 32 tahun, ,P1A1, dengan suspect miometritis
DS : ibu mengeluh sakit pinggang, sering mengalami perdarahan di
luar siklus haid yang banyak, dan mengalami keputihan yang
berbau.
DO :
TTV :TD : 100/70 mmHg
Respirasi : 22x/menit
Nadi : 82x/menit
Suhu : 36,90C
Pemeriksaan Fisik
Mata : Conjungtiva anemis
Abdomen : terdapat nyeri tekan pada perut bagian bawah
Punggung : terdapat nyeri tekan pada pinggang
Genetalia : terdapat perdarahan Pervaginam merah segar sedikit
bau busuk konsistensi encer
HB : 10,5 gr%
Masalah
- nyeri tekan perut bagian bawah
- sakit pinggang
- Pengeluaran pervaginam yang abnormal
Analisa dan interpretas
1. Metritis atau miometritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. Bila pengobatan terlambat atau kurang adekuat dapat menjadi abses pelvik, peritonitis, syok septik, thrombosis vena yang dalam, emboli pulmonal, infeksi pelvik yang menahun, dispaerunia, penyumbatan tuba dan fertilitas. (Sarwono Priwirohardja, Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonatal, 2009 : 262).
Metritis dibagi menjadi dua yaitu:
1. Metritis akuta
Metritis Akuta biasanya terdapat pada abortus septic atau infeksi postpartum.Penyakit ini tidak berdiri sendiri, akan tetapi merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas. Kerokan pada wanita dengan endometriudm yang meradang(endometritis) dapat menimbulkan metritis akut. Pada penyakit inimiometrium menunjukkan reaksi radang berupa pembengkakan dan infiltrasi sel-sel radang. Perluasan dapat terjadi lewat jalan limfe atau lewat trombofeblitis dan kadang-kadang dapat terjadi abses.
2. Metritis kronik adalah diagnosis yang dahulu banyak dibuat atas dasar menometroragia dengan uterus lebih besar dari biasa, sakit pinggang dan leukorea. Akan tetapi pembesaran uterus pada seorang multipara umumnya disebabkan oleh pertambahan jaringan ikat akibat kehamilan. (Sarwono Priwirohardja, Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan neonatal, 2009 : 262).
LANGKAH III ANTISIPASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadi perluasan peradangan pada daerah sekitarnya yaitu parametritis.
LANGKAH IV ANTISIPASI PERLUNYA TINDAKAN SEGERA (KOLABORASI )
Kolaborasi : Pemeriksaan penunjang lain untuk menegakkan diagnosa secara patolog anatomis, pengobatan serta penatalaksanaan lebih lanjut dengan spesialis Obgin.
LANGKAH V RENCANA TINDAKAN
Rencana tindakan
1. beritahukan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan
Rasional : ibu mengerti tentang kondisi kesehatannya
2. jelaskan kepada ibu tentang kemungkinan penyakit yang dideritanya
Rasional : ibu mengerti tentang penyakit yang kemungkinan dideritanya
3. berikan dukungan emosional kepada ibu
Rasional : ibu mendapat dukungan
4. berikan ibu tablet penambah darah
Rasional : memperbaiki kondisi umum ibu
5. minta persetujuan ibu dan keluarga untuk dilakukannya rujukan
Rasional : penanganan lebih lanjut
LANGKAH VI IMPLEMENTASI
Tanggal 30 september 2011 jam 22.00 wita
1. Memberitahukan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap dirinya.
Hasil : ibu telah mengetahui hasil pemeriksaanya.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang kemungkinan penyakit yang dideritanya
Hasil : ibu mengetahui bahwa dirinya suspect miometritis
3. Memberikan dukungan emosional kepada ibu agar ibu tenang dan dapat menerima dengan ikhlas segala sesuatu yang terjadi pada dirinya.
Hasil : ibu telah menerima dengan ikhlas
4. Memberikan ibu tablet penambah darah untuk memperbaiki kadar haemoglobinnya.
Hasil : ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan
5. Meminta persetujuan ibu dan keluarga untuk dilakukannya rujukan
Hasil : ibu mengerti dan bersedia melakukannya.
LANGKAH VII EVALUASI
1. Ibu telah mengerti tentang penjelasan yang telah diberikan oleh bidan.
2. Ibu telah mengerti tentang kondisi kesehatannya
3. Ibu dapat mengulang kembali penjelasan.
4. Ibu menganguk tanda mengerti
5. Ny. M, umur 32 tahun, P1A1, dengan suspect miometritis
6. Mendampingi ibu saat dilakukannya rujukan
PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN
SISTEM REPRODUKSI PADA NY “A.R“ DENGAN MIOMETRITIS
DI RSUD TENRIAWARU TIPE B WATAMPONE
TANGGAL 30 SEPTEMBER 2011
No.register : 12 77 57
Tanggal masuk : 28 September 2011 jam 19.00 wita
Tanggal pengkajian : 30 September 2011 jam 22.00 wita
Nama pengkaji : SITTI HALIJAH
LANGKAH I IDENTIFIKASI DATA DASAR
A. BIODATA
IDENTITAS ISTRI / SUAMI
Nama : Ny “ A.R “ / Tn “ i “
Umur : 32 Tahun / 31 Tahun
Nikak / lamanya : 1x / + 3 tahun
Suku : Bugis / Bugis
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMP / SMA
Pekerjaan : IRT / Wiraswasta
Alamat : Cina
DATA SUBJEKTIF ( S )
1. Ibu mengeluh sakit pinggang
2. Ibu sering mengalami perdarahan di luar siklus haid yang banyak
3. Ibu mengalami keputihan yang berbau.
DATA OBJEKTIF ( O )
1. Keadaan umum baik
2. Kesadaran composmentis
3. TTV :
TD : 100 / 70 mmHg ( N : 90/60 – 140/90 mmHg )
N : 82 x/i ( N : 60 – 80 x/i )
S : 36,90 ºC ( N : 36,5 – 37,5 ºC )
P : 22 x/i ( N : 20 – 24 x/i )
4. BB : 52 kg
5. TB : 156 cm
6. HB : 7,5 gr %
ASSESMENT ( A )
Diagnosa : Ny. M, umur 32 tahun, P1A1, dengan suspect miometritis
PLANNING ( P )
Tanggal 15 september 2011 jam 22.15 wita
1. Memberitahukan kepada ibu tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap dirinya.
Hasil : ibu telah mengetahui hasil pemeriksaannya.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang kemungkinan penyakit yang dideritanya
Hasil : ibu mengetahui bahwa dirinya suspect miometritis
3. Memberikan dukungan emosional kepada ibu agar ibu tenang dan dapat menerima dengan ikhlas segala sesuatu yang terjadi pada dirinya
Hasil : ibu telah menerima dengan ikhlas
4. Memberikan ibu tablet penambah darah untuk memperbaiki kadar haemoglobinnya
Hasil : ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan.
5. Meminta persetujuan ibu dan keluarga untuk dilakukannya rujukan
Hasil : ibu mengerti dan bersedia melakukannya.
Langganan:
Postingan (Atom)